Transisi dari pandemi ke endemi ini membuat banyak band memulai turnya kembali, tak terkecuali Buktu, band beraliran post rock dari Yogyakarta.
FROYONION.COM - Buktu, sebuah band bergenre post rock dari Yogyakarta yang terbentuk sejak tahun 2016 lalu, sedang menjalankan tur sampai akhir Agustus ini.
Band yang digawangi oleh Bodhi (vokal dan synth), Teguh (gitar), Dhandy (gitar), Aryo (gitar), Yusak (drum), dan Bona (bass) ini melakoni tur ketiga mereka yang bertajuk Kathana Purva.
Namun, di tour kali ini Bona tidak dapat turut andil karena pekerjaannya dan digantikan sementara oleh Iam dari band Talamariam.
Tur Kathana Purva dimulai dari Ngawi kemudian dilanjutkan ke Mojokerto, Lamongan, Bojonegoro, Blitar, Sidoarjo, Malang, Batu, Klaten, dan berakhir di Solo.
Sayangnya, untuk di Mojokerto mereka mengalami kegagalan tampil dan ditunda sampai entah kapan belum bisa ditentukan karena hujan hingga larut malam.
Nathanael, roadman dari Buktu bercerita pada saat mereka sampai di venue sore hari untuk sound check keadaan masih baik-baik saja. Venue ini tempat yang begitu asik dengan pemandangan (view) persawahan, namun ketika petang tiba, mendung dan kemudian hujan datang mengguyur Mojokerto dan sekitarnya.
Semua penampil, pengunjung serta panitia menunggu hujan reda sampai larut, di saat hujan sedikit reda dan waktu menunjukkan menuju tengah malam yang mengakibatkan acara tersebut harus ditunda.
Meski begitu Buktu tetap dapat bersua dengan kawan-kawan di Mojokerto dengan penuh canda tawa semalaman.
Kemudian, kami bertemu saat Buktu sedang berada di Sidoarjo selama 2 hari, tepatnya di Rumah Seni Pecantingan dan House of Dorkas.
Di hari pertama mereka menggelar show bersama kolektif Black Dog dari Sidoarjo di Rumah Seni Pecantingan, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2022 kemarin.
Sebelum Buktu menunjukkan taringnya di Rumah Seni Pecantingan ada beberapa penampilan pembuka dari musisi-musisi Sidoarjo lintas genre yaitu, Sambung Urip, Centelan, Super Somesoul, dan Cema.
Di keesokan harinya, Buktu bergeser ke studio Lingkaran Music di Sidoarjo untuk recording live session yang akan dipublikasikan di channel YouTube milik studio Lingkaran Music tersebut. Selama dua hari di Sidoarjo, Buktu menghasilkan dua kali live secara luring serta daring.
Setelah menyelesaikan live session-nya di Studio Lingkaran Music, Kami berkesempatan untuk berjumpa dan mengobrol kesana kemari lagi di House Of Dorkas, Sidoarjo.
Di kesempatan ini, Bodhi selaku vokalis dari Buktu menjelaskan mengapa tur ketiga mereka ini bertajuk Kathana Purva. Di dalam bahasa Sansekerta “kathana purva” berarti “dongeng dari timur”. Artinya selain melalui lirik di dalam lagu-lagu Buktu, mereka juga bertukar cerita di tongkrongan selepas mereka tampil.
Tetapi penulis juga menebak bahwa maksud “dongeng dari timur” adalah cerita-cerita yang Buktu dengarkan, rasakan bahkan mereka lalui sendiri selama menjalani tur yang kebanyakan di kota-kota yang ada di Jawa Timur.
Bodhi juga menambahkan bahwa setelah tour ketiga ini, Buktu bersiap untuk 2 tur selanjutnya di bulan September untuk Jawa Tengah dan Oktober di Jawa Barat.
Dandhy dan Aryo juga menyampaikan bahwa Buktu tengah mempersiapkan materi untuk album keduanya di akhir tahun 2022 ini.
Setelah 4 tahun rilis dan beredarnya album pertama yang berjudul Mengeja Gejala Menjaga Dendam ini, Buktu bersiap dengan karya baru di akhir tahun ini.
Sebelum tur ini, Buktu juga telah menyelesaikan tur pertama dan keduanya di Bali dan Bandung.
Di tur yang ketiga kalinya ini, Buktu juga membawa merchandise berupa tote bag dengan desain visual dari salah satu single mereka yang berjudul Pulih.
Tidak hanya membawa tote bag saja, Buktu juga membawa minuman fermentasi dari Racun Jingga berupa sake hasil dari fermentasi ketan hitam, jagung, dan beras ketan.
Tour ketiga yang Buktu lakoni sejak tanggal 12 sampai 29 Agustus 2022 ini membawa banyak pesan di setiap kotanya melalui lirik-lirik lagunya yang cukup progresif maupun di tongkrongan selepas perform, serta membawa pulang banyak cerita bagi tiap personil dan tim dari Buktu.
Saat pulang dari Malang kawan-kawan Buktu juga mengalami kendala dengan mobil yang mereka kendarai mogok dan mengakibatkan mereka harus menginap terlebih dahulu di daerah Lawang, kabupaten Malang sebab waktu sudah larut dan mengharuskan semuanya harus istirahat semalam.
Itulah sekelumit cerita tur Kathana Purva dari Buktu selama bulan Agustus kemarin di Jawa Timur. (*/)