Stories

YONA PRASEGI OLAH LIMBAH LOGAM JADI KERAJINAN BERNILAI TINGGI

Kreativitas anak muda bernama Yona Prasegi ini emang nggak main-main, Civs. Ide bisnisnya untuk memanfaatkan limbah logam yang berlimpah ruah ternyata sukses besar sampai bisa ekspor. Simak perjalanannya di sini. 

title

FROYONION.COM - Yona Prasegi, sang pemuda pelopor bidang sumber daya alam lingkungan dan pariwisata perwakilan provinsi Jawa Timur dari Kabupaten Nganjuk, berhasil meraih Juara 1 di tingkat nasional.  Yona berhasil menjadi juara pertama setelah mengikuti rangkaian seleksi dan penilaian dewan juri dari Kementrian Pemuda dan Olahraga pada tanggal 3 sampai dengan 7 Oktober 2022  di Hotel Ciputra Jakarta, Jln. Letjen S. Parman No. 11, Grogol Petamburan Jakarta Barat.

Tangan terampil Yona Prasegi, seorang pemuda asal desa Waung, kecamatan Baron,  kabupaten Nganjuk,  Jawa Timur, di tangannya limbah logam perak dan tembaga serta logam kuningan disulap jadi kerajinan logam bernilai tinggi yang digemari hingga mancanegara. Mulai dari aksesoris motor custom, home decoration, perhiasan, dan aksesoris lainnya sesuai pesanan gitu Civs, apapun yang kalian mau akan dilayani.

Yona Prasegi ketika menjuarai kompetisi Pemuda Pelopor oleh Kemenpora, Jakarta 7/10/2022. (Sumber foto: @Yona_Prasegi)
Yona Prasegi ketika menjuarai kompetisi Pemuda Pelopor oleh Kemenpora, Jakarta 7/10/2022. (Sumber foto: @Yona_Prasegi)

Menurut Yona Prasegi, banyaknya limbah logam mulai dari kaleng bekas minuman yang berserakan tidak berguna dan yang ada di sungai menjadi keprihatinannya.  Demikian halnya dengan limbah kampas bekas rem sepeda motor, pelek bekas, dan barang bekas logam lain yang hanya ditumpuk di bengkel-bengkel, juga menjadi perhatiannya.

Kalaupun dijual secara kiloan, limbah logam itu tidak banyak memberikan nilai uang. Karena itu, bersama rekan-rekannya, Yona Prasegi berdiskusi dan menginisiasi bagaimana caranya agar limbah tersebut bisa dijadikan produk yang lebih bermanfaat dan punya nilai jual yang tinggi.

"Saya dan anak muda di desa ini akhirnya berpikir, bagaimana membuat tren baru perhiasan yang bisa diaplikasikan di sepeda motor ataupun aksesoris rumahan serta perhiasan dengan mengadopsi perhiasan fashion orang," kata Yona Prasegi saat di wawancara (12/10).

Dari pemikiran tersebut, Yona Prasegi dapat menemukan ide kreatif membuat kerajinan logam dengan spesifikasi motor custom dan home decoration.

Pada tahun 2017 kemudian mas Yona Prasegi mengawali karirnya di industri kreatif Indonesia dengan mendirikan @Prasegi_Art karena kecintaan pada motor CB.

Melalui proses pemanfaatan limbah logam yang dilebur kemudian dicetak dengan menggunakan bahan cetakan pasir akhirnya terbentuk hasil kerajinan logam bernilai jual tinggi.

Contoh penerapan aksesoris motor oleh Yona Prasegi. (Sumber foto: @Prasegi_art)
Contoh penerapan aksesoris motor. (Sumber foto: @Prasegi_art

Proses sederhana dalam pembuatan kerajinan logam tersebut dimulai dari membuat cetakan produk yang akan dihasilkan. Hasil cetakan itupun akan di-finishing sesuai dengan keinginan dari pemesan.

Bahkan, hasil cetakan kerajinan masih ada yang di-finishing dengan ornamen ukiran dan sebagainya. Termasuk lukisan wajah profil ataupun lukisan tokoh yang dituangkan dalam cetakan logam.

"Model dan bentuk serta desain dari kerajinan yang kami hasilkan sesuai dengan pesanan dari pembeli. Apapun kerajinan logam yang diinginkan konsumen akan kami produksi, bahkan dalam skala besar pun siap kami layani," ucapnya.

Hasil dari kerajinan logam Prasegi Art mulai dikenalkan melalui salah satu ajang pameran kontes motor di Yogyakarta.

Dari situlah hasil kerajinan aksesoris yang saat itu diperuntukkan awalnya hanya untuk aksesoris motor custom banyak diminati pengunjung pameran.

Mereka pun banyak bertanya bagaimana produksinya dan di mana produksinya? Dari kegiatan pameran tersebut juga dilakukan open order aksesoris logam untuk berbagi model dan jenisnya.

Aksesoris motor dari Prasegi Art oleh Yona Prasegi. (Sumber foto: Prasegi Art )
Aksesoris motor dari Prasegi Art. (Sumber foto: Prasegi Art )

Sampai pada akhirnya produk kerajinan dari Prasegi Art semakin luas dikenal masyarakat sehingga pesanan hasil kerajinan logam terus datang mengalir. Melalui media sosial berbagai hasil kerajinan logam itu pun terus dikenalkan baik melalui YouTube, Instagram, Facebook, TikTok dan lainnya.

"Alhamdulillah, pesanan kerajinan logam dari berbagai bentuk dan jenis terus berdatangan hingga sekarang ini. Dan kami pun dibantu dua pekerja tetap, dan kalau pesanan dalam jumlah banyak kami pekerjaan sembilan pekerja lain yang kesemuanya adalah anak muda di desa Waung ini," ucap Yona.

Keahlian dari Yona Prasegi yang mampu menghasilkan kerajinan logam dari bahan baku limbah logam tersebut selain sudah dikenal di seluruh Indonesia, ternyata juga digemari hingga negara Singapura dan Jepang.

"Jadi kami juga ekspor hasil produk kerajinan logam tersebut ke mancanegara bahkan kemarin juga sempat diminta untuk membuat cinderamata pada pagelaran Moto GP di Mandalika,"  imbuhnya.

Hasil karya oleh Yona Prasegi (Prasegi Art) yang dipamerkan dalam Moto GP Mandalika. (Sumber foto: @Prasegi Art)
Hasil karya oleh Prasegi Art yang dipamerkan dalam Moto GP Mandalika. (Sumber foto: @Prasegi Art)

Kerajinan logam Prasegi Art dijual dengan harga yang tidak terlalu mahal, mulai harga termurah kisaran Rp 100 ribu untuk produk aksesoris korek gas hingga puluhan juta rupiah untuk pembuatan aksesoris rumah. Berkat hasil kerajinan logam dari bahan baku limbah logam yang dikembangkan Yona semakin dikenal masyarakat.

Selain itu berbagai keberhasilan produksi kerajinan logam dari Yona Prasegi mendapatkan berbagai penghargaan dan mengikuti berbagai event, serta pameran dari Kementerian Parekraf dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

"Kami pun akan terus berupaya mengembangkan kerajinan logam ini dengan memanfaatkan limbah logam dalam rangka menjaga lingkungan dan menjadikan limbah logam yang tidak terpakai menjadi lebih bernilai tinggi," jawabnya.

Yona juga menjelaskan bahwa sebagai anak muda kreatif jangan pernah putus asa harus selalu berani mencoba, selagi masih muda jangan takut gagal dan terus berinovasi untuk menghasilkan karya dan mendapat keberhasilan.

Itu tadi sedikit pesan dari Yona, Civs. Anak muda desa tapi bisa berhasil di tingkat Nasional. Jadi buat lo yang saat ini mungkin berada di daerah atau desa jangan putus asa, karena justru yang dari desa ini potensinya lebih banyak yang bisa kita gali dan bisa kita kenalkan kepada banyak orang di luar sana. (*/)

BACA JUGA: BELAJAR FASHION SAMBIL MENJAGA LINGKUNGAN LEWAT ACARA ‘BATIK KUDUS IN FASHION’

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Muhamad Irfan Kusbiantoro

Warga sipil biasa yang kebetulan menjadi mahasiswa sastra arab tapi selalu merasa salah jurusan