Pop

EGO, PERSPEKTIF, DAN MAKNA PERNIKAHAN YANG BISA KITA AMBIL DARI FILM PENDEK ‘TAK LAGI SAMA’

Yusuf Mahardika menggarap sebuah film pendek bersama sang pacar, Salshabilla Adriani. Film ini mengisahkan kerumitan suatu hubungan pernikahan antara dua manusia.

title

FROYONION.COM - Setiap pasangan pasti memiliki struggle tersendiri dalam menghadapinya. Kalian yang sedang memiliki pasangan, apakah mempunyai struggle yang sama seperti Aluna dan Sagara?

Pada Jumat, 10 November 2021 lalu, Yusuf Mahardika kembali melanjutkan film pendeknya yang berjudul ‘Tak Lagi Sama (Babak 2)’ yang diproduksi bersama GCX Studio.

Film pendek ini mengisahkan peliknya rumah tangga seorang jurnalis sekaligus seorang suami bernama Sagara yang diperankan oleh dirinya sendiri yaitu Yusuf Mahardika bersama Matahari Aluna, seorang pelukis sekaligus istri Sagara yang diperankan oleh Salshabilla Adriani.

Berakar dari lagu ‘Tak Lagi Sama’ karya Salshabilla Adriani, film ini sukses menjadi perbincangan hangat kala itu. Akhirnya sang director sekaligus pemeran Sagara melanjutkan film pendek ini di babak 2.

Di babak pertama, Sagara selalu sibuk dengan pekerjaannya dan tidak pernah menyempatkan waktunya untuk bersama Aluna. Itulah yang bikin Aluna merasa adanya perubahan dalam rumah tangga mereka dan meminta pisah. Sagara membuat warganet kesal dengan tingkah lakunya yang menyebalkan.

Tidak ada akibat tanpa adanya sebab, itulah yang ditunjukkan di babak 2. Ternyata memang Aluna sendirilah yang menyebabkan adanya perubahan dalam rumah tangga mereka.

Sifat Aluna yang selalu mementingkan dirinya sendiri terlihat saat Sagara akan pergi ke Afrika selama 3 bulan untuk mengerjakan suatu pekerjaannya sebagai jurnalis. Aluna tidak ingin ditinggal sendiri dan memaksa Sagara agar bertahan di Jakarta saja. Padahal, Sagara melakukan itu semua untuk kepentingan bersama dan karir Sagara sendiri. 

Sagara juga ingin membuktikan kepada orang tua Aluna bahwa karir jurnalistiknya akan membuahkan hasil. Kebiasan buruk Aluna yang tidak pernah melihat sesuatu dari dua sudut pandang membuat Sagara marah besar dan Aluna berpikir untuk pisah saja dengan Sagara.

Balik lagi ke konteks awal yaitu ego, perspektif dan makna pernikahan yang bisa kita ambil dari film pendek ini. Setiap orang memiliki ego masing-masing yang bisa dikatakan akan menjadi suatu hal yang buruk ketika berlebihan. 

Menurut saya, ego akan berguna ketika kita bisa mengaturnya dan menempatkannya di tempat yang tepat. Seperti halnya dalam menjalani suatu hubungan. Kita harus bisa menurunkan ego kita demi kepentingan bersama.

Dalam melihat suatu masalah juga harus melihat dari dua sudut pandang agar tidak terjadi kesalahpahaman. Dalam film ini ditunjukkan dengan sikap Aluna yang selalu melihat dari satu sudut pandang saja, tanpa melihat sudut pandang dari Sagara. Hal ini dapat membesarkan suatu masalah kecil tanpa kita sadari.

Kalian yang memiliki pasangan dan belum menikah, saya sarankan film ini untuk ditonton dengan pasangan kalian. Kita bisa mengambil makna dari pernikahan itu sendiri, bahwa menikah bukan cuma perihal diri kalian sendiri, tetapi ada pasangan juga yang ikut dilibatkan di dalam hidup kalian.

Makna tersirat juga bisa kita ambil dalam film pendek ini, bahwa kita harus betul-betul mengenal dan menerima apapun kekurangan pasangan kita terlebih dahulu sebelum benar-benar menikahinya. Keputusan apapun itu juga harus dibicarakan berdua, bukan perorangan lagi.

Saya rasa film pendek ‘Tak Lagi Sama’ telah berhasil membuka pandangan kita tentang egoisme dan perspektif kita dalam menjalani suatu hubungan. 

Mungkin kalian bisa mendapatkan makna lainnya yang bisa kalian ambil dari film pendek ini. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Dynasti Savira

Investor Reksadana, pro player Blossom Blast Saga, pegiat hidup monoton, dan penikmat seni tapi bukan air. Motto hidup : Semua masalah pasti akan berlalu, iya berlalu lalang.