Tekno

‘PHISHING’ MENGATASNAMAKAN OPENSEA: INVESTOR NFT RUGI PULUHAN MILIAR RUPIAH

Lagi-lagi ada kasus penipuan di ranah NFT, ratusan token milik pengguna OpenSea raib diambil pelaku penipuan. Lantas, kenapa penipuan bisa terjadi atas nama website sebesar OpenSea?

title

FROYONION.COM - Akhir minggu kemarin, puluhan pengguna platform jual beli NFT OpenSea jadi korban phishing oleh pihak yang nggak bertanggung jawab. Nilai token yang raib dicuri pelaku diperkirakan mencapai sekitar US$1,7 juta atau Rp24,3 miliar dalam Ethereum. Koleksi token populer yang termasuk dalam kejadian ini di antaranya adalah token dari Decentraland dan Bored Ape Yacht Club.

Komunitas kripto dan NFT di Twitter sempet ramai membahas kejadian ini. Devin Finzher selaku CEO dari OpenSea bilang bahwa penipuan yang terjadi murni berasal dari third party website yang mirip sama OpenSea. 

Sekedar informasi, phising adalah salah satu metode penipuan, di mana paling umumnya si pelaku menggunakan email, username, atau bahkan website yang mirip sama instansi aslinya, dalam konteks ini adalah website OpenSea versi KW-nya. Pelaku meyakinkan korban untuk memberikan data-data pribadi dengan berbagai macam metode, dan pada akhirnya pelaku mengambil alih akun korban beserta data-data di dalamnya, Civs.

Sebanyak 32 pengguna OpenSea secara nggak sadar udah menandatangani smart contract secara parsial atau sebagian, di mana kontrak ini udah dimanipulasi sedemikian rupa sama pelaku phising supaya bisa ‘menarik’ koleksi NFT dari dompet digital para korbannya.

Melalui kontrak ini, pelaku menandatangani sebagian kontrak lainnya, dan berhasil mengalihkan NFT korban ke dompet pelaku tanpa perlu membayar biaya sedikitpun. Singkatnya, korban udah menandatangani sebuah cek kosong dan si pelaku bisa mendapatkan token incarannya yang bernilai jutaan dolar ini secara cuma-cuma.

Devin juga sempet berpesan melalui tweet-nya, bahwa para pengguna harus selalu mencek ulang setiap transaksi yang dilakukan, memastikan bahwa seluruh transaksi terjadi atas nama OpenSea dalam masing-masing wallet mereka, Civs.

Baru-baru ini juga, OpenSea meminta para pengguna untuk memindahkan NFT yang mereka listing di marketplace ke dalam sistem smart contract yang terbaru. Selain karena masalah penipuan yang baru terjadi, pengguna OpenSea juga dikabarkan sering mengalami bug di bagian UI yang membuat koleksi NFT mereka tiba-tiba masuk di listing dengan harga yang jauh di bawah floor price. Mengakibatkan kerugian besar pada karya seni NFT yang udah mereka beli dengan harga yang tinggi dan tiba-tiba terjual dengan nilai yang jauh di bawah harga aslinya.

Devin juga menginformasikan kepada seluruh pengguna platform-nya, bahwa kegiatan umum yang dilakukan pengguna OpenSea kayak minting, buying, selling, listing, atau bahkan men-klik in-app banner OpenSea bukan menjadi faktor penyebab NFT mereka hilang dan nggak akan menyebabkan token pengguna jadi raib, Civs. (*/)

BACA JUGA: INSTAGRAM DAN BOT ‘ESEK-ESEK’ YANG MERAJALELA DI KOLOM KOMENTARNYA

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Garry

Content writer Froyonion, suka belajar hal-hal baru, gaming, dunia kreatif lah pokoknya.