Tekno

APAKAH GAMBAR AI SEPERTI DALL-E BISA MEMATIKAN PELAKU SENI DAN ILLUSTRATOR?

Munculnya teknologi AI seperti DALL-E yang mampu membuat gambar illustrasi dengan lebih mudah melalui teks deskriptif tanpa perlu memiliki skill ngegambar. Apakah inovasi ini bisa mematikan pelaku seni dan illustrator. Simak artikel selengkapnya, Civs.

title

FROYONION.COM - Kemunculan teknologi AI (Artificial Intelligence) memang bisa dibilang dapat memudahkan beberapa pekerjaan manusia termasuk pekerja kreatif di indonesia bahkan hampir seluruh manusia di dunia ini telah memanfaatkan teknologi AI seperti contohnya di sekeliling kita yang sering kita temui tentang produk teknologi AI yaitu seperti e-payment, media sosial, voice assistant, peta navigasi, email dan lain sebagainya, yang merupakan bagian dari teknologi AI yang sering kita gunakan. 

Namun, yang sedang ramai diperbincangkan dan digaungkan akhir-akhir ini yakni mengenai teknologi AI yang bisa membuat gambar atau ilustrasi sendiri dengan hanya melalui tulisan perintah deskriptif atau kata kunci yang kemudian di-generate oleh sistem AI sehingga menghasilkan suatu ilustrasi/ gambar yang nggak kalah kerennya dengan hasil buatan tangan manusia bahkan bisa dibilang lebih keren dari buatan manusia. 

Dalam beberapa kasus, gambar-gambar atau ilustrasi yang berhasil diciptakan oleh sistem AI telah menghasilkan kreativitas di luar nalar, banyak gambar atau ilustrasi dapat diciptakan hampir mirip dengan lukisan atau gambar aslinya meskipun ada beberapa keanehan yang sulit kita bayangkan sebelumnya. Tidak ada yang benar-benar tahu pasti bagaimana proses pemilihan gambar-gambar yang dihasilkan oleh AI ketika mendapatkan perintah teks dari user. 

Memang dengan adanya inovasi seperti ini, banyak para seniman-seniman digital seperti ilustrator dan seniman digital lainnya merasa terganggu dengan kemunculan DALL-E ini, di sisi lain memang semua orang dapat diuntungkan karena siapa saja bisa membuat gambar dengan sangat mudah melalui teks tanpa perlu memiliki skill gambar yang mumpuni, dengan hasil beragam yang tentunya nggak kalah bagus dari buatan tangan seniman digital atau illustrator. 

Namun, di lain hal juga para seniman maupun digital artist termasuk pekerja kreatif di Indonesia bahkan dunia banyak yang merasa inovasi seperti DALL-E ini dapat merugikan keberadaan mereka. 

Tapi sebelum itu, apa si DALL-E?

Nah, buat kalian yang kurang mengerti apa sebenarnya itu situs DALL-E, dan bagaimana cara kerja mesin AI (DALL-E), berikut penjelasannya, Civs.

DALL-E adalah sebuah teknologi AI atau situs generator yang memungkinkan lo untuk dapat menciptakan gambar dengan melalui perintah teks deskriptif yang diberikan atas imajinasi atau perintah dari penggunanya. Ada dua jenis DALL-E yang bisa kita coba yaitu, DALL-E Beta dan DALL-E Mini.

Perbedaannya ialah terletak pada kemampuan menciptakan gambar, DALL-E Beta memiliki keunggulan lebih baik daripada DALL-E Mini karena memang spesifikasinya berbeda. DALL-E Beta adalah teknologi AI yang dibuat dan diinisiasi langsung oleh perusahaan OpenAI pada tahun 2021. 

Sebelumnya penggunaannya pun dibatasi sehingga tidak bisa diakses oleh publik secara langsung, hal ini dilakukan yaitu untuk menghindari adanya penyalahgunaan atau tindak kriminal. Namun, pada Juli 2022 lalu DALL-E 2 atau yang sudah upgrade menjadi fase Beta telah memberikan undangan atau akses kepada orang yang masuk wishlist mereka.

Sedangkan DALL-E Mini sendiri merupakan duplikat atau tiruan dari DALL-E OpenAI yang lebih bisa diakses dengan mudah karena memiliki sistem yang open source alias bisa digunakan oleh siapa saja. Namun, kelemahan pada DALL-E Mini yaitu karena memiliki spesifikasi yang rendah sehingga nggak jarang output gambar yang dihasilkan oleh DALL-E Mini lebih buram dan aneh.

Banyak di media sosial seperti Twitter hingga TikTok yang membahas tentang fenomena DALL-E Mini karena kerap kali menghasilkan bentuk-bentuk gambar yang konyol dan lucu. Jadi nggak heran kalo orang-orang menjadikan DALL-E Mini ini sebagai lelucon atau meme walaupun ke depannya pasti akan terus disempurnakan dan diperbaiki.

Namun, terlepas dari DALL-E Beta maupun DALL-E Mini, pertanyaan yang paling penting ialah apakah inovasi yang menggabungkan antara seni dan teknologi ini dapat menguntungkan atau malah menjadi disrupsi bagi para pelaku seni khususnya pekerja kreatif di Indonesia seperti illustrator, digital artist dan pelaku seni-seni lain?

Jika kita coba analisis, sebenarnya kita nggak perlu khawatir dengan adanya inovasi-inovasi semacam ini, lebih bijak ketika kita mencoba mempelajari dan memanfaatkannya teknologi dengan sebaik mungkin. 

Namun, ada beberapa hal yang membedakan antara gambar dari mesin AI dengan buatan manusia, yaitu;

  1. Tentang Value, pasti akan berbeda antara gambar digital yang diciptakan oleh manusia dengan gambar atau ilustrasi yang dihasilkan oleh mesin AI. Seperti yang kita ketahui, dengan kemudahan membuat suatu gambar maupun ilustrasi melalui mesin AI sehingga semua orang dapat membuat gambarnya sendiri dengan mudah tanpa perlu memiliki skill gambar yang cukup. Hal ini akhirnya membuat suatu karya menjadi tidak memiliki keistimewaan atau hilangnya value dari suatu karya baik itu secara emosional dari story di belakang suatu karya maupun gagasan dan ide yang telah dituangkan oleh sang seniman dalam karyanya. Maka dari itu, karya dari manusia seharusnya akan lebih dihargai karena memiliki value atau nilai yang lebih dan tidak bisa disamakan dengan hasil mesin.
  2. Memiliki Market dan Purpose yang berbeda, penggunaan mesin AI untuk sebuah gambar/ ilustrasi selain untuk pengembangan sebuah mesin AI dengan cara menggabungkan art dengan AI di masa depan, sebenarnya tujuan lainnya yaitu untuk membantu pekerjaan manusia dan menciptakan sebuah inovasi baru. Dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia pada bidang tertentu, sehingga market atau pasarnya pun juga akan berbeda. Jadi kita tidak perlu khawatir dengan inovasi mesin buatan seperti DALL-E ini, seorang yang sangat menghargai suatu karya akan lebih menghargai karya manusia dibandingkan dengan buatan mesin.

Nah, jadi kesimpulannya yaitu sebenarnya kita tidak perlu takut dengan adanya inovasi seperti DALL-E, malah sebenarnya dengan adanya inovasi seperti ini kita bisa memanfaatkannya untuk menambah maupun menciptakan referensi baru hingga membantu kita untuk mencari ide-ide melalui inovasi dengan kecerdasan buatan AI ini.

Tapi, gimana menurut kalian, Civs? (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Tegar Widodo

Freelancer