Melalui tagline “Xiaomi Co-engineered with Leica”, pabrikan ponsel asal Tiongkok ini menghadirkan konsep Leica Authentic Experience. Cita-cita menjadi fotografer handal kini bukan lagi sekedar khayalan.
FROYONION.COM - Para pecinta fotografi tulen mustahil rasanya tak mengenali Leica. Brand kamera super eksklusif milik Jerman ini menjadi dambaan hampir seluruh fotografer profesional di seluruh dunia. Leica menjadi salah satu pionir pertama sekaligus top of the top brand di bidang fotografi. Leica melambangkan kehormatan, harga diri dan kualitas yang diakui oleh semua profesional di dunia pemotretan.
Apa faktor pembeda Leica dengan pabrikan kamera lainnya? Tak lain adalah filosofi bisnis yang otentik. Leica tak mencari keuntungan selangit dengan menghasilkan produk secara massal, melainkan menciptakan kamera high-end yang unik, memiliki ketahanan tinggi (high-durability) dan limited edition. Leica tak memiliki satu pun pabrik cabang layaknya pabrikan kamera lain, satu-satunya pabrik Leica hanya ada di Wetzlar yang berdekatan dengan kota Frankfurt.
Selain itu kamera ini dibuat langsung dari tangan-tangan terampil para ahli. Jelas dari aspek ketelitian dan keaslian tak perlu diragukan. Kualitas premium dan kuantitas limited edition ini menyebabkan harganya tiada banding. Satu kamera Leica setara dengan 1 unit rumah seharga ratusan juta. Padahal Leica hanya meraup pangsa pasar global sebesar 1%. Ajaib tapi nyata berdasarkan laporan keuntungan Leica periode pandemi 2021/2022 lalu malah meningkat 16% menjadi 450 juta euro (Rp7,3 T).
Kini Leica menjalin kerja sama jangka panjang dengan Xiaomi via smartphone terbarunya, Xiaomi 13T series. Event Xiaomi Launch September 2023 bertajuk “Masterpiece in Sight” yang diselenggarakan di Verti Music Hall, Berlin, Jerman 26 September kemarin resmi dibuka oleh Dr. Andreas Kauffman selaku Majority Shareholder & Chairman of the Supervisory Board Leica Camera AG.
Xiaomi 13T series hadir dalam dua varian 13T dan 13T Pro. Khusus untuk Indonesia sendiri Xiaomi hanya memasarkan varian 13T. Xiaomi memberikan dukungan layar jumbo berukuran 6,67 inchi, refresh rate144Hz disertai panel terbaru bernama CrystalRes AMOLED resolusi 2712 x 1220 piksel. Dilengkapi dengan teknologi Dolby Vision, HDR10+, adaptive reading mode, Pro HDR display plus dukungan 68 miliar warna dan kecerahan puncak 2.600 nits menjadikan smartphone ini memiliki warna yang akurat dan tajam.
Tersedia 3 pilihan warna yaitu hijau (meadow green), hitam (black) dan biru (alpine blue). Khusus untuk alpine blue Xiaomi melengkapi casing belakang dengan material biocomfort vegan leather. Terdiri dari 3 lapisan berupa lapisan terluar yang terbuat dari ekstrak bijih silikon alami dengan ketebalan 0,01 mm. Lapisan kedua terbuat dari PU (polyurethane) yang dikombinasikan dengan residu kulit apel. Terakhir lapisan dasar terbuat dari 100% PET (polyethylene terephthalate) atau plastik daur ulang. Vegan leather ini berfungsi memberikan perlindungan ekstra pada bagian belakang sehingga menambah ketahanan smartphone. Pada bagian depan Xiaomi 13T series menggunakan lapisan pelindung Corning Gorilla Glass 5 plus IP68 untuk proteksi dari air dan debu.
Beralih ke fitur kamera Xiaomi 13T series menggunakan triple camera system dengan lensa Leica Vario Summicron 1:1.9-2.2/15-50mm ASPH. Jenis lensa asperis dengan 7 lapisan (7P ashperical lens) ini berfungsi mengurangi cacat optik (optical defect) yang dilengkapi elemen IR filter untuk meningkatkan transmisi cahaya yang masuk. Teknologi ALD reflectance yang ada dalam lensa mengurangi efek glareyang tidak diinginkan pada saat memotret dalam kondisi terang.
Kamera utama berukuran 50 MP dilengkapi sensor berukuran 1/1.28”, bukaan diafragma lensa f/1.9 dengan fungsi OIS (Optical Image Stabilization) untuk menghasilkan gambar yang lebih stabil. Kemudian kamera dengan lensa telefoto 50 MP dengan focal length 50mm. Terakhir kamera ketiga merupakan jenis kamera ultra-wide 12 MP dengan focal length 15mm. Sementara itu kamera depan berukuran 20 MP dengan bukaan diafragma lensa f/2.2. Perlu dicatat kamera depan ini bukanlah buatan Leica melainkan milik Xiaomi sendiri. Sektor video juga tak kalah paten dengan fitur ultra night, memiliki resolusi hingga 4K didukung 30fps untuk Xiaomi 13T dan 8K didukung 24fps untuk Xiaomi 13T Pro.
Soal performa Xiaomi 13T mengusung chipset 4nm yang bertenaga sekaligus efisien MediaTek Dimensity 8200-Ultra. RAM tipe LPDDR5 berukuran 8 GB/12 GB ditambah penyimpanan internal (ROM) 256 GB UFS 3.1 yang sangat luas. Sementara itu Xiaomi 13T Pro dibekali dengan chipset MediaTek Dimensity 9200+, RAM tipe LPDDR5X 12 GB/16 GB dengan ROM maksimal hingga 1 TB UFS 4.0.
Director International Communications Xiaomi Daniel Desjarlais menyebut kapasitas baterai 5000mAh dengan fitur turbo charging 67W. Kompatriotnya Xiaomi 13T Pro sendiri menggunakan daya yang lebih tinggi 120W HyperCharge dengan pengisian 0-100% hanya dalam waktu kurang dari 20 menit, unggul 2x lipat dari Samsung S23 Ultra.
Tak hanya merancang hardware, Leica juga memberikan dukungan software pada Xiaomi 13T series. Pertama, fitur Leica photographic style memberikan kebebasan pada pengguna untuk memilih style foto yang diinginkan sebelum melakukan pengambilan gambar. Ada 2 opsi yang tersedia yaitu Leica Authentic Look dan Leica Vibrant Look. Selain itu pengguna dapat mengatur tone, tonality dan texture gambar secara real-time. Kedua, fitur Leica filter custom yang menyediakan puluhan opsi filter setelah pengguna melakukan pengambilan foto seperti vivid, monokrom dan pilihan lainnya. Terakhir, Leica Watermarkyang memberikan watermark khusus dan info detail gambar seperti kualitas ISO, aperture dan lain-lain.
Di pasar Eropa, Xiaomi 13T dijual 649 euro(Rp10,6 juta) untuk RAM 8GB/ROM 256 GB sedangkan Xiaomi 13T Pro dijual 799 euro(Rp13,1 juta) untuk RAM 8GB/ROM 256 GB. Sedangkan untuk pasar Indonesia sendiri Xiaomi 13T dijual dengan harga Rp6,5 juta untuk RAM 12GB/ROM 256 GB.(*/)