Lagi-lagi Google memberikan peningkatan kepada Bard melalui fitur-fitur canggihnya. Perlahan tapi pasti, Bard mampu menyaingi kompetitor-kompetitornya dibidang teknologi generative AI.
FROYONION.COM - Google selaku perusahaan teknologi masih terus fokus mengembangkan AI generative chatbot-nya yang diberi nama Bard. Melalui feedback yang diperoleh dari pengguna, Google menambahkan beberapa pembaruan kepada Bard, yang tentunya hal itu dilakukan untuk mencapai kepuasan dan kenyamanan pengguna.
Bard hadir dan dirancang sebagai jawaban dari pesaingnya yaitu ChatGPT, AI chatbot yang menawarkan fitur serupa dan sempat booming di kalangan pengguna internet kala itu. Walaupun terlambat, Google masih terus memberikan peningkatan-peningkatan yang signifikan kepada Bard untuk mengalahkan kemampuan ChatGPT sang pesaing utamanya.
Adapun beberapa fitur baru dari Bard yang dipresentasikan langsung oleh Amar Subramanya selaku VP Engineering Google untuk proyek Bard melalui pertemuan media pada Kamis (13/7/2023) ini. Subramanya menjelaskan kalau ini adalah salah satu pembaruan terbesar yang dilakukan pada Bard untuk saat ini.
Sebelum dilakukannya pembaruan, Bard hanya bisa memahami masukan atau perintah dari pengguna dalam bahasa inggris. Saat diberikan perintah dengan bahasa lain, Bard akan memberikan respon berupa penjelasan kalau dia masih mempelajari untuk memahami bahasa-bahasa lain di luar bahasa inggris.
Namun, pada pembaruan kali ini, Bard sudah bisa memahami masukan atau perintah lebih dari 40 bahasa. 40 bahasa tersebut mencakup bahasa Arab, Cina, India, Jerman, Spanyol, hingga Indonesia.
Bukan hanya bisa memahami masukan atau perintah lebih dari 40 bahasa, Bard juga dapat merespon masukan atau perintah dari pengguna sesuai dengan bahasa yang digunakan. Pembaruan bahasa ini sangat menguntungkan bagi pengguna yang tidak bisa berbahasa inggris.
Selain dapat mengerti masukan atau perintah melalui teks dan suara, pada pembaruan kali ini Bard juga diberikan kemampuan untuk memahami gambar. Jadi, pengguna dapat memberikan sebuah gambar kepada Bard sebagai media perintah yang harus dilakukan Bard.
Sama seperti produk teknologi pendeteksi gambar milik Google yaitu Google Lens, Bard bisa dengan cepat mendeteksi gambar yang diberikan dan memberikan respon sesuai dengan perintah arahan dari pengguna.
Fitur ini mungkin bisa berguna untuk pengguna yang bingung untuk menerjemahkan sebuah gambar ke dalam sebuah tulisan.
Ada beberapa alasan kenapa banyak orang masih memilih untuk menggunakan ChatGPT dibanding Bard. Salah satu alasannya karena fitur recent threads. ChatGPT memiliki fitur yang bisa menyimpan obrolan sebelumnya dan memungkinkan pengguna mengakses obrolan yang tersimpan kapanpun yang dimau.
Sekarang, Google juga sudah membekali fitur tersebut ke dalam Bard. Bahkan, sekarang pengguna dapat mengubah judul dan menyematkan obrolan yang tersimpan pada Bard.
Fitur lainnya yang tidak kalah membantu adalah fitur modify reponse. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur atau memodifikasi respon yang diberikan oleh Bard kepada pengguna.
Saat mendapatkan respon dari Bard, pengguna mungkin saja menginginkan jawaban yang lebih pendek, lebih panjang, atau dengan gaya bahasa yang lain. Kini hal tersebut dapat dilakukan oleh Bard dengan adanya fitur modify response.
Bard kini juga hadir dengan fitur text-to-speech. Artinya, respon atau jawaban yang diberikan oleh Bard dapat dibacakan secara otomatis oleh fitur text-to-speech milik Bard.
Fitur ini bisa membantu para pengguna yang memiliki kesulitan dalam membaca, atau untuk pengguna yang lebih senang mendengarkan suara dibanding membaca sebuah teks.
Fitur ini juga mampu membacakan teks secara otomatis ke dalam 40 bahasa lebih yang telah ditambahkan pada Bard.
Fitur yang satu ini mungkin bisa sangat berguna untuk para programmer. Seperti yang diketahui, Bard adalah AI chatbot yang juga mampu menghasilkan baris kode pemrograman.
Bahasa pemrograman yang dapat dihasilkan oleh Bard antara lain adalah C++, Java, Python, dll. Dengan adanya fitur ini, Bard bisa mengekspor langsung baris kode pemrograman ke Colab ataupun Replit.
Namun, fitur ini hanya bisa mengekspor baris kode pemrograman dengan bahasa Python. Setidaknya untuk saat ini.
Fitur yang terakhir namun tidak kalah penting adalah fitur share. Akhirnya pengguna bisa membagikan respon yang diberikan Bard kepada orang lain.
Pengguna dapat membagikan respon Bard ke dalam bentuk tautan yang nantinya bisa diakses oleh orang yang memiliki tautan tersebut.
Google selaku pengembang Bard masih terus melakukan banyak peningkatan untuk pengguna Bard. Walaupun masih dalam status eksperimen, Bard yang kini sudah bisa dinikmati secara publik bisa membuktikan kalau dia mampu menyaingi kemampuan ChatGPT.
Amar Subramanya dalam sesi tanya jawab juga mengatakan kalau feedback yang diberikan oleh pengguna sangatlah membantu dalam proses pengembangan Bard. Semakin banyak orang yang menggunakan Bard, artinya juga semakin banyak feedback yang diterima oleh Google untuk pengembangan Bard.
Kedepannya pastinya Google akan terus meningkatkan layanan dan kemampuan yang dimiliki oleh Bard. Kita sebagai pengguna bisa terus menunggu dan memberikan feedback yang membangun agar Bard bisa terus memberikan pengalaman terbaik kepada pengguna. (*/)