In Depth

SELF-DEVELOPMENT OVERDOSE: KAPAN CUKUP ITU CUKUP?

Tanpa sadar banyak orang yang terlalu fokus sama pengembangan diri tapi lupa untuk mencari keseimbangan, dan ujung-ujungnya yang ada malah nggak berkembang.

title

FROYONION.COM - Pengembangan diri itu penting banget lho. Iya, kita semua pasti pernah denger kalimat "kalau lo mau liat perubahan di dunia, perbaiki diri sendiri" kan? Emang bener juga sih, karena kalau lo ngembangin diri lo, lo bisa bikin perubahan yang positif di hidup lo dan juga orang lain. Tapi, pernah gak sih lo tuh merasa kalau lo kebanyakan fokus sama pengembangan diri dan lupa nyari keseimbangan di hidup lo? 

Nah ini disebut self-development overdose dan bisa bikin lo kecapean, gak percaya diri, atau gak seimbang di hidup lo. Di artikel ini, kita bakal bahas tentang self-development overdose, tandanya, dampaknya di kesehatan mental, dan cara ngatasinnya, serta kapan kita harus merasa cukup. Kita juga bakal kasih saran tentang cara ngembangin diri yang sehat dan nyari keseimbangan di hidup lo.

TANDA- TANDA SELF DEVELOPMENT OVERDOSE

Pernah ngga sih lo ngerasa seolah-olah lo terlalu fokus pada pengembangan diri dan lupa untuk menemukan keseimbangan dalam hidup lo? 

Ini adalah salah satu tanda dari yang disebut sebagai self-development overdose. Dan tanda-tanda ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tapi ada beberapa tanda-tanda yang paling umum, yaitu kecapean, rasa gak percaya diri, atau hidup yang gak balance.

Contohnya, mungkin lo ngerasa selalu lelah setelah seharian mengkonsumsi konten pengembangan diri, tapi lo tetap saja merasa kurang percaya diri. Atau, lo merasa selalu membandingkan diri lo dengan orang lain dan merasa nggak pernah cukup baik. 

Atau, lo ngerasa selalu nggak seimbang dalam hidup lo karena lo terlalu fokus pada pengembangan diri dan lupa untuk menemukan keseimbangan dalam hidup lo, entah itu dari hubungan sosial lo atau yang lainnya.

Memahami kalau lo lagi overdose itu penting banget, supaya lo bisa ngambil tindakan yang tepat. Karena kalau nggak diatasi dengan baik, self-development overdose bisa menyebabkan masalah yang lebih serius dalam hidup lo.

Ingat juga untuk selalu berhati-hati dan cepat tanggap tanda-tanda self-development overdose, supaya lo bisa ngambil tindakan yang tepat sebelum masalah semakin parah.

DAMPAKNYA KE KESEHATAN MENTAL

Self-development overdose nggak hanya mempengaruhi kualitas hidup kita secara umum, tapi juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Beberapa dampak yang mungkin muncul adalah depresi, anxiety, atau burnout. Ini adalah masalah serius yang harus diatasi  dengan segera.

Sebagai contoh, bayangkan kalau lo terlalu keras sama diri sendiri dan gak bisa ngelepasin diri dari konten pengembangan diri. Lo mungkin akan merasa tertekan dan merasa nggak percaya diri. Tanpa menyadari, lo mungkin jatuh dalam depresi.

Atau, jika lo terlalu fokus pada pengembangan diri dan lupa menemukan keseimbangan dalam hidup, lo mungkin akan merasa kelelahan dan nggak mampu untuk menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari, lo mungkin mengalami burnout.

Mel Robbins dalam buku The 5 Second Rule mengingatkan kita untuk "jangan terlalu keras sama diri sendiri" dan Stephen Covey dalam The 7 Habits of Highly Effective People juga ngomong kalau "keseimbangan adalah kunci dalam hidup" sebagai peringatan untuk nggak terlalu keras terhadap diri sendiri dan menemukan keseimbangan dalam hidup. Ini penting untuk diingat agar kita nggak terperangkap dalam self development overdose dan merusak kesehatan mental kita.

Tetapi, mengingat dampak serius dari self-development overdose pada kesehatan mental, kita harus berhati-hati dan cepat mengambil tindakan untuk mengatasinya. Hal ini bisa lo lakuin dengan cara menemukan keseimbangan dalam hidup kita, nggak terlalu keras terhadap diri sendiri, dan mencari bantuan dari profesional kalau perlu.

KAPAN LO HARUS MERASA CUKUP?

Setelah kita mengenal tanda-tanda self-development overdose dan dampaknya pada kesehatan mental, pasti kita semua penasaran kapan kita harus merasa cukup. "Kapan sih gue harus berhenti dan nge-claim diri gue udah cukup baik?"

Mungkin lo udah berhasil ngebuat diri lo lebih percaya diri, tapi masih ngerasa kurang. Atau, lo udah berhasil nge-set tujuan hidup lo, tapi masih merasa kurang puas. Kenapa sih kita selalu merasa kurang?

Jawabannya sederhana, karena pengembangan diri itu proses yang berkelanjutan. Lo gak bisa sekali dua kali ngebuat diri lo lebih baik, terus lo bisa bilang "udah, gue udah cukup baik". Lo harus terus belajar dan berkembang, tapi jangan lupa untuk nikmatin hidup juga.

Sebagai contoh, dalam buku The Power of Now dari Eckhart Tolle, dia mengajak kita untuk belajar untuk hidup di saat sekarang dan menikmati setiap momen dalam hidup kita. Dia menyatakan bahwa kita harus belajar untuk melepaskan diri dari masa lalu dan masa depan dan fokus pada saat ini. Dengan cara ini, kita dapat menjadi lebih tenang dan merasa lebih cukup dengan apa yang kita miliki saat ini.

Sedangkan dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen Covey, dia menjelaskan bahwa kita harus menemukan keseimbangan dalam hidup kita dan ngga terlalu fokus pada satu aspek saja. 

Dia mengajak kita untuk mengevaluasi prioritas kita dan melakukan perubahan yang diperlukan untuk mencapai keseimbangan dalam berbagai aspek dalam hidup kita, seperti keluarga, kerja, diri sendiri, dan lainnya. 

Dengan cara ini, kita dapat menjadi lebih efektif dalam mencapai tujuan hidup kita dan merasa lebih cukup dengan apa yang kita miliki saat ini.

Jadi, kapan cukup itu cukup? 

Cukup itu kalo lo udah nge-set tujuan hidup lo dan lo udah berusaha untuk ngecapainya, tapi lo juga udah belajar untuk nikmatin hidup dan menemukan keseimbangan dalam hidup lo. Lo juga harus belajar untuk melepaskan diri dari masa lalu dan masa depan dan fokus pada saat ini, seperti yang dijelaskan dalam buku The Power of Now karya Eckhart Tolle. 

Dan jangan lupa untuk selalu mengevaluasi prioritas kita dan melakukan perubahan yang diperlukan untuk mencapai keseimbangan dalam berbagai aspek dalam hidup kita, seperti yang dijelaskan dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People.

MENEMUKAN KESEIMBANGAN DALAM HIDUP

Setelah kita tau gimana overdosis self-development bisa nge-affect kesehatan mental kita, sekarang waktunya buat tau gimana cara menemukan keseimbangan dalam hidup.

Mungkin kita udah sering denger kata keseimbangan, tapi gimana sih cara mencapainya?

Eits, tapi jangan khawatir, gak perlu jadi superman atau superwoman buat mencapainya. Kita cuma perlu belajar jaga diri kita sendiri dan belajar nikmatin hidup.

Pertama, belajar jaga diri sendiri. Self-care itu penting banget. Kita harus belajar jaga kesehatan fisik dan mental kita. Misalnya, jangan lupa makan siang, jangan lupa olahraga, dan jangan lupa istirahat yang cukup. Kita juga harus belajar nge-handle stress dan belajar cari solusi buat masalah yang ada.

Kedua, belajar nikmatin hidup. Jangan terlalu fokus sama kerjaan atau self-development. Belajar cari waktu buat nikmatin hidup, misalnya dengan hangout sama temen, jalan-jalan, atau ngopi sama pasangan. Kita juga harus belajar nge-appreciate yang ada di sekitar kita dan jangan lupa untuk bersyukur.

Terakhir, belajar cari mentor atau life coach yang bisa bantu kita cari keseimbangan dalam hidup. Mereka bisa bantu kita buat set goals yang realistis dan bantu kita untuk menemukan keseimbangan dalam hidup kita. Mereka juga bisa memberikan saran dan tips yang berguna untuk mencapai keseimbangan dalam hidup kita.

Nah, itu tadi beberapa hal yang harus lo perhatiin ketika lo ngikutin dunia pengembangan diri. Jangan lupa untuk menemukan keseimbangan dalam hidup lo dan jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ingat kata-kata dari Tony Robbins, "It's not about being the best, it's about constantly improving and having fun". Jangan lupa untuk selalu menikmati proses dan hasil dari kerja kerasmu dan jangan lupa untuk selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dari diri sendiri. Bye-bye civs and stay healthy. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Naam Amta Muh Shinin

Coder, writer, and Pengagum Amartya Sen