Potensi Diri

KAIZEN, SEBUAH PRINSIP DARI JEPANG UNTUK MENGATASI RASA MALAS

Rasa malas sungguh sangat sulit untuk dihilangkan, ternyata ada sebuah prinsip supaya rasa malas dapat dihilangkan lho Civs. Kita simak yuk!

title

FROYONION.COM - Semua orang pasti sudah pernah merasakan yang namanya rasa malas ya, Civs. Entah itu soal tugas sekolah, kerjaan ataupun lain hal. Padahal kita juga sudah berjanji pada diri sendiri untuk melakukan kegiatan yang rutin setiap harinya.

Namun sering sekali terjadi, bahwa niat kita ini pasti akan tertunda, dengan alasan, “Ah besok aja, masih ada waktu buat ngerjain di lain waktu juga”, begitupun seterusnya. Hal-hal seperti ini jangan dijadikan sebagai budaya anak muda Indonesia ya Civs, karena hal ini selalu berpikiran untuk memudahkan suatu pekerjaan, padahal pada waktu tersebut sebenarnya terlihat relatif santai.

Diri sendiri pun juga sudah mencoba untuk mengurangi rasa malas, tetapi masih kalah juga dengan yang namanya si rasa malas ini.

Rasa malas pun menjadi susah dihilangkan tanpa kita ketahui penyebabnya. Apalagi mengenai hal yang bersifat penting, jangan sampai hal tersebut menjadi terabaikan, karena adanya rasa malas yang terus menempel pada diri kita, sehingga bisa membuat kita menjadi sulit untuk mencapai tujuan kita.

Terlebih untuk anak muda jaman sekarang, mereka kebanyakan mengerjakan hal-hal yang bersifat penting pada saat mendekati deadline, baik itu tugas sekolah maupun pekerjaan. Perilaku ini sama sekali tidak baik, apalagi jika selalu kita lakukan, karena hal tersebut bersifat menunda, serta membuat badan dan pikiran kita menjadi malas-malasan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan supaya masalah tersebut dapat teratasi, salah satunya yaitu dengan meniru kebudayaan yang dimiliki oleh orang Jepang, dengan cara menjunjung tinggi rasa disiplin di dalam melakukan suatu pekerjaan.

Masyarakat Jepang kebanyakan sudah terlatih sejak kecil, dalam hal memiliki rasa tanggung jawab serta disiplin yang tinggi. Kegiatan yang dilakukan diusahakan menjadi rutinitas keseharian mereka, biasanya sedari kecil, mereka diminta untuk mengulangi kembali kegiatan yang tidak terlalu besar, tetapi hal tersebut merupakan hal yang positif.

Rutinitas tersebut akhirnya menjadikan kebiasaan hingga mereka dewasa.

Prinsip ini sering disebut juga prinsip Kaizen, prinsip ini cukup sederhana, prinsip ini juga dapat diterapkan pada berbagai kegiatan.

PENGERTIAN PRINSIP KAIZEN

Dilansir dari gramedia.com Kaizen berasal dari dua suku kata, yaitu Kai yang berarti “Perubahan” sementara Zen yaitu “Kebijaksanaan”. Dimana konsep ini pertama kali ditemukan oleh Masaaki Imai, Ia merupakan ahli dari teori organisasi serta Konsultan Manajemen Jepang.

Kaizen diyakini juga sebagai prinsip, bahwa perubahan dalam hidup seseorang dapat dicapai dengan penuh kebijaksanaan, serta dapat dicapai secara perlahan.

Mengutip dari akupintar.id, dalam bahasa Inggris, Kaizen dipahami sebagai sebuah seni untuk terus menjadi lebih baik. Secara filosofis, Kaizen merupakan prinsip atau seni supaya membuat hidup kita menjadi lebih baik lagi.

CARA KERJA PRINSIP KAIZEN

Prinsip Kaizen juga dikenal dengan prinsip 1 menit, dapat dilakukan setiap hari di waktu yang sama. Sebagai contoh, apabila ingin melakukan push-up, cobalah untuk melakukan 1 menit terlebih dahulu sebagai rutinitas, kemudian dapat diulangi kembali keesokan harinya di waktu yang sama. Misalnya, Anda melakukan push-up pada pagi hari pukul 05.30 WIB, maka keesokan harinya dapat dilakukan kembali di waktu tersebut.

Prinsip ini cukup sederhana, jadi bisa saja dilakukan dengan berbagai kegiatan. Contoh lain pada saat kita menulis, membaca, bermain bass atau gitar, maupun kegiatan lain yang ingin dilakukan.

Sebagai catatan, harus dilakukan tanpa suatu apapun yang membuat diri kita terdistraksi, sehingga harus dilakukan secara fokus dan bersungguh-sungguh, nantinya juga pasti akan menjadikan kebiasaan baru untuk kita, terlebih dengan durasi yang lebih lama.

MENGAPA PRINSIP INI BERMANFAAT?

Setelah mengetahui cara kerjanya, mungkin beberapa dari kita memikirkan bahwa prinsip ini terkesan meragukan serta kurang efektif, apalagi dengan orang-orang yang mempunyai pemikiran atau gagasan “Kamu hanya dapat mencapai apa yang kamu inginkan dengan usaha yang sangat besar”, jelas ini merupakan tanggapan yang tidak sepenuhnya benar.

Perbaikan diri yang dilakukan dengan cara seperti itu, dapat memaksamu mengeluarkan tenaga atau energi dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dapat dengan mudah membuat kalian kelelahan (baik secara fisik maupun secara mental).

Dengan metode yang dilakukan ini, meskipun terlihat simple, tetapi dapat membuat kita menjadi lebih rutin dalam melakukan berbagai hal. Contoh sederhana seperti melakukan push-up yang hanya dilakukan secara singkat, kurang lebih 1 menit, hal ini dapat membuat kita rutin untuk melakukannya, dari hal yang bersifat kecil terlebih dahulu. 

Karena jika kita rutin melakukannya, seiring berjalannya waktu, kita dapat menambah porsi waktu yang telah kita tentukan sendiri. Misal dalam 1 minggu hanya 1 menit saja setiap harinya, kemudian untuk minggu atau bulan berikutnya dapat dilakukan dengan waktu yang lebih panjang lagi, misalnya sekitar 3-5 menit, seperti itu seterusnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa prinsip ini merupakan suatu hal yang baik untuk perkembangan diri kita, dimulai dari yang sederhana dulu, lalu bertahap menuju hal yang lebih besar lagi.

Terutama untuk anak muda Indonesia, janganlah hanya berfokus pada sesuatu hal yang besar saja, melainkan bisa belajar melalui hal yang kecil terlebih dahulu. Jadilah anak muda yang kreatif, yang dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, serta tidak hanya melakukan kegiatan untuk bermalas-malasan saja.

Cobalah untuk mengikuti Prinsip Kaizen 1 menit ini mulai dari sekarang, siapa tahu dapat menghilangan rasa malasmu ya Civs. Terlebih juga berpengaruh positif untuk diri kalian ke depan. Jangan malas-malasan dan biasakan untuk selalu mengerjakan pekerjaan kalian tepat waktu ya Civs. (*/)

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Yudha Persada

Seorang freelancer yang sedang mencoba mengembangkan skill menulis di Froyonion.com.