In Depth

WAJIB TAU! ALASAN ORANG BERPERILAKU BURUK DI APLIKASI KENCAN

Ketika kita berbicara tentang aplikasi kencan, kita tidak bisa mengabaikan bahwa ada beberapa orang yang berperilaku buruk. Fenomena ini membuat kita bertanya-tanya, mengapa hal itu bisa terjadi?

title

FROYONION.COM - Aplikasi kencan benar-benar mengubah cara kita menjalani hubungan romantis. Mulai dari awal, pembentukan, hingga akhirnya, semua terasa berbeda.

Dari sana muncul pertanyaan, apakah kenyamanan aplikasi ini membuat kita berperilaku berbeda dari kehidupan nyata?

Jika kalian sering menggunakan aplikasi kencan, mungkin sudah tak asing lagi dengan istilah "ghosting" yang maksudnya ketika seseorang tiba-tiba memutus semua kontak tanpa jejak. 

Atau mungkin kamu sendiri pernah melakukan ghosting kepada seseorang. Mungkin karena kamu mengetahui bahwa pasangan kamu ternyata sudah memiliki pacar. Bahkan, jika kamu bukan pengguna aktif aplikasi kencan, pasti pernah mendengar cerita serupa dari teman-temanmu.

Di bawah ini ada beberapa perilaku buruk yang sering terjadi dan bagaimana psikologi menjelaskan fenomena ini. Salah satu tema yang menarik perhatian adalah seberapa sering orang menggunakan aplikasi kencan ketika mereka sudah berkomitmen dalam hubungan.

50 PERSEN PENGGUNA APLIKASI DATING SEDANG PACARAN ATAU SUDAH MENIKAH

Data dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 42% orang dengan profil Tinder sebenarnya sedang berpacaran atau bahkan sudah menikah. 

Dalam penelitian terhadap mahasiswa sarjana di AS, sekitar dua pertiga dari mereka mengakui bahwa mereka menemui orang di Tinder yang sebenarnya sudah berpacaran. 

Lebih mengejutkan lagi, 17% dari partisipan bahkan mengirim pesan kepada pengguna di Tinder ketika mereka sedang dalam berhubungan dengan orang lain. Bahkan, 7% dari mereka terlibat dalam hubungan seksual dengan seseorang yang ditemui di Tinder meskipun mereka sedang menjalin hubungan.

Selain ghosting, ada juga fenomena yang disebut sebagai "backburner". Backburner adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi seseorang yang sedang menjalin hubungan serius dengan pasangan, lalu secara bersamaan, membangun hubungan dengan orang lain sebagai cadangan.

Sebuah studi tahun 2018 di AS menemukan bahwa jumlah orang dengan backburner tidak berbeda secara signifikan antara yang masih lajang, yang berpacaran, atau yang sudah berkomitmen. Sekitar 73% dari semua responden melaporkan memiliki setidaknya satu backburner.

Nah, beberapa orang menggunakan aplikasi kencan hanya untuk senang-senang, dan ini bisa membuat mereka rentan menjadi sasaran para troll.

ALASAN UMUM DI BALIK PERILAKU BURUK

Nah, ada beberapa alasan umum di balik perilaku buruk ini. Kenyamanan dalam kencan online mungkin mendorong budaya berpindah dari satu pasangan ke pasangan lain menjadi lebih mudah.

Secara langsung, perangkat seluler pribadi, dengan keamanan sandi atau pengenalan wajah, mendukung perilaku sembunyi-sembunyi. Perilaku ini lebih bebas dilakukan di dunia maya karena perasaan anonim. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul perilaku buruk seperti ghosting dan backburner

Untuk memberikan sebuah gambaran, 3 anak muda di bawah secara bergantian berkomentar untuk memberikan pandangan unik terkait tantangan di atas.

Sarah, seorang pengguna aktif aplikasi kencan, membuka pengalaman pahitnya. Menurutnya, ghosting bukanlah hal yang langka di dunia maya. "Gue ngerasa ghosting itu semacam hal yang lazim di aplikasi kencan. Gue pernah di-ghosting dan ngelakuin ghosting juga sih," ungkap Sarah dengan jujur saat dihubungi, Senin (22/1/2023).

Namun, yang lebih mengusik adalah ketika dia menemukan seseorang yang sudah berkomitmen dalam hubungan. Namun mereka memilih untuk memainkan aplikasi kencan tersebut. "Kayaknya, nggak semua orang di sini mencari hubungan serius," tambahnya.

Pandangan yang lebih skeptis terhadap kencan online, Ryan (24 tahun) mengatajan bahwa ia tak percaya terhadap niat sejati para pengguna aplikasi kencan.

"Banyak orang yang nggak serius mencari hubungan. Mereka lebih suka main-main dan mungkin ada yang cuma ingin menjaga opsi dengan backburner," ujar Ryan.

Meski tidak terlalu aktif di aplikasi kencan, Ryan menegaskan bahwa inti dari perilaku buruk ini terletak pada diri penggunanya, bukan pada teknologi.

Selain Ryan, ada juga Maya, seorang aktivis sosial berusia 23 tahun, menawarkan perspektif yang lebih mendalam. "Ini tentang bagaimana kita memperlakukan satu sama lain. Ghosting atau backburner mungkin terjadi karena kebiasaan kita dalam melihat hubungan," paparnya.

Maya menyoroti masalah ini sebagai cerminan nilai dalam keseharian. Dengan tegas, ia mengatakan perlunya meningkatkan kesadaran akan etika berhubungan di dunia maya. "Bukan hanya soal aplikasi, tapi soal sikap kita," kata Maya.

Menanggapi solusi untuk mengatasi perilaku buruk, Maya mengutip kata-kata bijak penyair Amerika, Maya Angelou, "People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.
Ghostingbackburner, dan drama serupa memberikan pandangan betapa rumitnya hubungan kita di zaman digital ini. Meski teknologi bikin semua jadi lebih cepat, hubungan tetap bergantung cara kita menghormati satu sama lain kan?

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Abdurrahman Rabbani

Cuma buruh tinta yang banyak cita-cita.