Kamu sering merasa harus memenuhi ekspektasi orang lain? Bisa jadi kamu adalah seorang people pleaser.
FROYONION.COM - Setiap orang tentunya ingin diterima di lingkungan sekitarnya. Ada beberapa hal yang dilakukan orang untuk bisa diterima, salah satunya dengan berbuat baik. Sebenarnya nggak ada salahnya, justru hal tersebut memang seharusnya dilakukan.
Namun yang jadi masalah adalah ketika kebaikan tersebut dilakukan untuk memenuhi ekspektasi orang lain.
Orang yang selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain dengan memenuhi ekspektasi orang tersebut, bahkan cenderung mengorbankan diri mereka sendiri sering disebut dengan istilah people pleaser.
Terkadang ada perasaan senang bisa membuat orang lain senang, tetapi perasaan tersebut hanya bersifat sementara. Karena seorang people pleaser pada akhirnya tidak menghargai diri mereka sendiri.
Seorang people pleaser hanya fokus membahagiakan orang lain tanpa mementingkan diri mereka sama sekali. Sehingga perasaan tidak enak terhadap orang lain kerap timbul dalam diri mereka.
Sebenarnya bagaimana ciri-ciri seorang people pleaser dan kenapa seseorang menjadi people pleaser? Kalau sudah begitu, kira-kira bagaimana cara agar berhenti menjadi people pleaser? Berikut penjelasannya.
1. Sulit untuk berkata tidak
Seringkali melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak disukai adalah hal yang sering dijumpai pada seorang people pleaser. Hal ini disebabkan karena mereka cenderung sulit untuk menolak sesuatu.
2. Melakukan sesuatu secara berlebihan
Mungkin sebenarnya seorang people pleaser tidak punya kapabilitas untuk melakukan sesuatu melebihi dari apa yang diminta. Namun karena rasa tidak enak dalam diri, seorang people pleaser memaksakan diri untuk melakukan hal tersebut
3. Menghindari berargumen
Seorang people pleaser cenderung memilih untuk tidak mengutarakan pendapat mereka dan memilih mengikuti keinginan orang lain. Apa yang menjadi pilihan orang lain merupakan prioritas dari people pleaser daripada dirinya sendiri.
1. Rendahnya kepercayaan diri
Seorang people pleaser punya rasa percaya diri yang rendah. Mereka merasa apapun yang ada dalam diri mereka tidak penting bila dibandingkan dengan apa yang ada dalam diri orang lain sehingga mereka memilih untuk mengikuti keinginan orang lain.
2. Memiliki rasa cemas berlebihan
Rasa cemas berlebihan umumnya dialami oleh seorang people pleaser. Rasa cemas ini disebabkan karena ketakutan akan penolakan atau membuat orang lain merasa tersinggung. Maka pilihan untuk melakukan atau menjadi seseorang sesuai standar orang lain adalah hal yang dipilih people pleaser.
3. Menghindari konflik
Sebagian orang takut untuk berhadapan dengan konflik, sehingga mereka cenderung memilih menghindar dengan menjadi seorang people pleaser. Karena pertentangan dengan orang lain sudah tentu berpotensi menimbulkan adanya konflik.
4. Faktor sosial budaya
Pengaruh dari lingkungan sekitar mulai dari tingkat keluarga hingga negara merupakan salah satu alasan mengapa orang menjadi people pleaser. Nilai-nilai yang diketahui sejak dini mempengaruhi pemikiran mereka untuk selalu mementingkan orang lain terlebih dahulu.
1. Luangkan waktu untuk berpikir
Seorang people pleaser biasanya kerap kali langsung mengiyakan permintaan atau keinginan orang lain tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Mengambil waktu sejenak untuk mempertimbangkan permintaan atau keinginan orang lain tersebut membuat seseorang dapat mengambil keputusan dengan bijak tanpa mengorbankan diri sendiri.
2. Ingat bahwa manusia punya batasan
Keterbatasan manusia terhadap sesuatu yang harus dilakukan serta waktu yang tidak banyak dimiliki seharusnya bisa menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk mementingkan orang lain. Seorang people pleaser tidak menyadari bahwa dirinya sendiri pun punya batasan sebagai manusia sehingga tidak selalu dapat mementingkan orang lain.
3. Latihan untuk berkata tidak
Butuh keberanian dan kemampuan yang baik untuk bisa menolak permintaan atau keinginan orang lain. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tidak serta merta mengikuti permintaan atau keinginan orang lain. Perlu latihan sebelum berkata tidak karena bagi sebagian orang berkata tidak adalah hal yang sulit untuk dilakukan.
Pada akhirnya, tidak ada yang salah dengan niat baik untuk menyenangkan orang lain. Namun jangan sampai kebaikan tersebut justru merugikan diri sendiri nantinya. Karena sebelum mempedulikan orang lain, seharusnya kita peduli kepada diri sendiri terlebih dahulu.
Jadi, apa kamu termasuk seorang people pleaser? Jangan lupa untuk selalu menyayangi dirimu sendiri. (*/)