Esensi

NGOBROLIN POLITIK DI INDONESIA BERSAMA POLITISI MUDA FARAH SAVIRA

Isu politik bisa dipakai sebagai pembuka obrolan di tongkrongan bagi anak muda. Yang terpenting, lo kudu berpikiran terbuka buat bertukar pendapat.

title

FROYONION.COMLo dengan teman-teman lo tentu pernah ngobrolin banyak hal di tongkrongan. Bisa ditebak kalau isu politik merupakan salah satu topik obrolan yang cukup seru. Mulai dari kebijakan pemerintah yang ngawur, capres mana yang paling cocok, bahkan sampai konspirasi-konspirasi yang bikin obrolan politik jadi gak ada habisnya.

Baru-baru ini Froyonion berbincang dengan Farah Savira (25), seorang politisi muda asal partai Golongan Karya (Golkar). Farah juga turut tampil di acara kuis TWK oleh channel YouTube Narasi Newsroom dan bergabung dengan tim “Politikus Muda” dalam acara kuis tersebut.

 Farah Savira bergabung dengan tim “Politikus Muda” dalam acara kuis TWK oleh channel YouTube Narasi Newsroom.
 Farah Savira bergabung dengan tim “Politikus Muda” dalam acara kuis TWK oleh channel YouTube Narasi Newsroom. (Sumber: Instagram Farah)

Menurut Farah, unsur politik selalu ada di mana pun kita berkegiatan; bisnis, organisasi, semuanya ada. Farah melihat bahwa saat ini sudah ada banyak anak muda yang bergabung dengan partai politik, khususnya di Golkar. Mereka, anak muda, turut aktif berkegiatan dan berperan dalam pengambilan keputusan. 

Farah menjabat di partai Golkar pada tingkat wilayah kabupaten/kota sebagai Wakil Ketua. Cewek alumni SMAN 3 Jakarta dan Indiana University Bloomington tersebut kini aktif di bidang sosial dan ekonomi, serta pengembangan dan pengabdian masyarakat. Dia pun pernah menjadi delegasi ke PBB pada 2017.

Menurut Farah, politik adalah alat yang mulia untuk membantu rakyat. Dengan politik, kita bisa membantu masyarakat. Dalam hal ini, anak muda harus bisa berperan positif sebagai pembuyar polarisasi yang sudah ada.

“Anak muda harus meminggirkan isu-isu yang tidak relevan dalam politik seperti SARA, dan menggantikannya dengan ide-ide dan kreativitas yang memperkaya pemikiran anak muda sendiri,” kata Farah.

Farah berharap semoga anak muda bisa meminggirkan sumber perpecahan kita, dan terfokus memberikan kontribusi yang solutif dan inovatif. Politik, bagi Farah, kini menjadi penting bagi anak muda lantaran usia pemilih baru pemilu berikutnya adalah milenial dan gen Z.

Golongan tua pun, kata Fatah, mulai sadar bahwa anak muda wajib disertakan dan terlibat dalam pengambilan keputusan, baik dalam skala kecil maupun besar. Farah sendiri sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan Golkar, baik internal maupun eksternal, seperti bazar ramadan, donor darah, dan HUT golkar. 

“Memang yang tampil di depan kebanyakan senior, tapi di belakang layar banyak anak muda yang berperan sebagai konseptor.” kata Farah. “Di DPD Jaksel pun, line-up struktur kepengurusan di bidang wakil ketua sudah diisi oleh 70% anak muda.”

BACA JUGA: KENAPA ANAK MUDA JANGAN SAMPAI BUTA DAN CUEK SAMA POLITIK?

Kebanyakan anak muda lebih suka ngobrolin isu politik dengan orang yang seumuran. Sebagian merasa tidak enakan kalau ngobrolin politik dengan yang lebih tua, lantaran takut dibilang sok tahu atau tidak menghormati mereka. 

Namun, enggak semua orang tua begitu kok. Banyak juga dari mereka yang bisa menerima pendapat yang berbeda. Malah yang anak muda pun belum tentu dapat menerima pendapat yang berbeda. 

Buktinya di media sosial pasti lo sering banget nemuin anak muda yang ribut-ribut (gak jelas) saling beradu opini. Bisa menerima pendapat yang berbeda ternyata belum tentu berkaitan sama usia, ya ges ya

Supaya melek politik, anak muda menurut Farah harus membaca dan berliterasi. Tidak hanya melihat berita atau topik trend, anak muda tidak boleh menelan informasi mentah-mentah, melainkan harus kritis dan mencari tahu apa melatarbelakangi permasalahan tersebut. 

“Berpikir kritis itu penting banget buat anak muda untuk terjun ke politik,” ujar Farah. Farah berharap supaya anak muda bisa memanfaatkan teknologi sebagai ruang diskusi, seperti webinar, Discord, juga media sosial.

Terjun langsung ke bidang politik, menurut Farah, bisa dimulai dari tingkat yang paling kecil, seperti tingkat RT, kelurahan, dan seterusnya. “Aktif di lingkungan rumah juga bisa dibilang sebagai berperan di politik. Ikutlah dari yang terdekat dulu,” kata Farah. “Kalau gak ikutan, lo gak bisa tau proses di balik layarnya seperti apa.”

Untuk memberikan dampak positif ke masyarakat, Farah Savira kerap bikin kegiatan vaksinasi dan donor darah. Dalam 1 tahun terakhir, dia mengadakan vaksinasi keliling di sekitar 6 lokasi, dan berhasil melakukan 500 vaksinasi per lokasi. 

Farah juga mengadakan bazar sembako murah yang menjual alat tulis, serta kebutuhan dapur dan rumah tangga lainnya. Kegiatan yang Farah adakan bersifat kemasyarakatan; sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Farah berharap semoga kegiatan positif semacam ini bisa selalu diadakan. (*/)

BACA JUGA: ABDI LARA INSANI: ALBUM TERBARU .FEAST YANG SARAT DENGAN LIRIK SATIR POLITIK

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Fadhil

Content writer Froyonion, suka pameran seni dan museum, sesekali naik gunung