Ternyata, sikap suka menolong merupakan refleks alami pada diri manusia dan sifatnya universal.
FROYONION.COM - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari UCLA, Australia, Ekuador, Jerman, Belanda, dan Inggris menemukan bahwa orang-orang di seluruh dunia memberi isyarat kepada orang lain untuk meminta bantuan setiap beberapa menit sekali.
Penelitian yang meneliti perilaku manusia di kota dan daerah pedesaan ini juga mengungkapkan bahwa orang-orang lebih sering memenuhi permintaan bantuan kecil ini daripada menolaknya.
Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang dari semua budaya dan negara memiliki perilaku kerja sama yang lebih mirip daripada yang telah ditetapkan oleh penelitian sebelumnya.
Dalam studi yang dipublikasikan di Scientific Report, para peneliti dan penulisnya menemukan bahwa manusia memberi sinyal untuk meminta bantuan, seperti meminta seseorang untuk mengambilkan peralatan, setiap beberapa menit sekali.
Temuan baru ini membantu memecahkan teka-teki yang dihasilkan oleh penelitian antropologi dan ekonomi sebelumnya, tentang variasi dalam aturan dan norma yang mengatur kerja sama dalam masyarakat.
Sebagai contoh, pemburu paus di Lamalera, Indonesia, mengikuti aturan yang telah ditetapkan tentang bagaimana membagi hasil tangkapan yang besar, sedangkan para pemburu Hadza di Tanzania lebih banyak berbagi makanan karena takut menimbulkan gosip negatif apabila mereka tidak melakukannya.
Di Kenya, penduduk desa Orma yang lebih kaya diharapkan untuk membayar barang atau fasilitas publik, misalnya proyek jalan raya. Di sisi lain, penduduk desa Gnau di Papua Nugini yang ekonominya terbilang kaya akan menolak tawaran semacam itu karena hal tersebut menciptakan kewajiban yang tidak enak untuk membalas budi kepada tetangga mereka yang lebih miskin.
Mengutip dari Science Daily, salah satu penulis makalah penelitian, Rossi, mengungkapkan jika perbedaan budaya seperti ini telah menciptakan teka-teki dalam memahami kerja sama dan tolong-menolong di antara manusia.
Menurut hasil penelitian yang sudah dilakukan, orang-orang memenuhi permintaan kecil tujuh kali lebih sering daripada menolaknya, dan enam kali lebih sering daripada mengabaikannya.
Orang-orang memang terkadang menolak atau mengabaikan permintaan kecil, tetapi jauh lebih jarang daripada menurutinya. Tingkat rata-rata penolakan (10%) dan pengabaian (11%) jauh lebih rendah daripada tingkat rata-rata kepatuhan (79%).
Preferensi untuk mematuhi berlaku di semua budaya dan tidak terpengaruh oleh apakah interaksi tersebut terjadi di antara anggota keluarga atau non-keluarga.
Orang-orang membantu tanpa penjelasan, tetapi ketika mereka menolak, 74% dari mereka memberikan alasan yang jelas. Artinya, meskipun orang menolak menolong hanya untuk alasan yang baik, mereka memberikan bantuan tanpa syarat dan tanpa meminta imbalan setelahnya.
Temuan ini menunjukkan dan menjelaskan bahwa sikap suka menolong merupakan refleks yang sudah ada pada spesies manusia dan sifatnya universal.
Faktanya, berbuat baik lebih banyak mendatangkan manfaat dan perasaan senang dibanding sebaliknya. Gak percaya? Berikut ini beberapa manfaat melakukan kebaikan-kebaikan kecil.
Ketika melakukan sesuatu yang baik dan berguna untuk orang lain, sekecil apapun itu, secara instan tubuh akan memproduksi hormon serotonin dan dopamin yang memberikan kamu perasaan puas, senang dan bahagia. Suasana hati yang tadinya gloomy pasti berubah jadi lebih ceria.
2. Menyalurkan Energi Positif
Berbuat baik terbukti dapat menyalurkan energi positif ke seluruh tubuh dan energi tersebut akan menyebar. Kamu akan lebih mudah untuk tersenyum, berpikiran dan bereaksi positif.
3. Menguatkan Hubungan atau Relasi
Selain komunikasi, salah satu kuatnya hubungan atau relasi adalah dengan saling membantu disaat membutuhkan. Support dan kehadiran seseorang pasti akan terasa penting. Nah, setiap kebaikan kecil yang kita berikan secara tulus bisa membantu menguatkan hubungan tersebut, entah itu hubungan keluarga, kekerabatan, pertemanan sampai percintaan.
4. Meningkatkan Kesehatan Tubuh
Saat berbuat baik, tubuh kita akan memberikan reaksi yang luar biasa. Secara medis, dibuktikan jika membantu orang lain bisa memberikan rasa senang, hal itu akan menyehatkan jantung, melancarkan peredaran darah dan menurunkan resiko kematian sampai 37%.
Setelah membaca fakta-fakta di atas, apa kamu masih ragu untuk berbuat baik kepada orang lain?
Di manapun dan kapanpun, ingatlah untuk selalu berbuat baik dan membantu sesama karena kita gak pernah tahu orang yang kita temui sedang menghadapi apa dalam hidupnya. So, be kind. (*/)