Civs

IDE MALAM MINGGU: KULINERAN TERJANGKAU DI SURABAYA

Di rubrik Ide Malam Minggu ini kita akan kasih saran buat lo yang malem Minggunya kayak bubur rumah sakit, alias hambar! Kali ini, kita akan kasih saran kulineran khas Surabaya yang direkomendasiin sama para Civs!

title

FROYONION.COM - Surabaya, kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan hiu dan buaya jadi lambang kotanya. 

Dengan perkembangan yang bisa dibilang sangat pesat, Kota Surabaya sekarang jadi salah satu kota paling modern di Indonesia. Udah banyak mall, brand-brand yang terkenal, sampai berita kalau ada crazy rich Surabayan juga jadi bukti kalo kota ini sangat maju. 

Walau begitu, nggak menutup kemungkinan untuk kita bisa kulineran dengan harga yang bersahabat tapi juga lezat di Surabaya. 

Di bawah ini ada beberapa kuliner Surabaya yang direkomendasiin sama Civilion. Kalo lo lagi di Surabaya dan bingung malem Mingguan di mana, mungkin tempat-tempat kuliner ini bisa lo jajal. 

NYOBAIN KULINER WAJIB

Kalo ke Surabaya, nggak afdol kalo nggak nyobain kuliner-kuliner khas Kota Pahlawan ini. 

Makanan pertama yang wajib lo coba adalah, Lontong balap garuda Pak Budi yang berlokasi di Jalan Kranggan no.71, Bubutan, Surabaya. 

Paduan lontong, tauge, tahu goreng, lenthok (olahan kacang tolo atau kacang hijau), serta disempurnakan dengan taburan bawang goreng, kecap, dan sambal, adalah kondimen-kondimen yang bisa lo santap dalam satu menu lontong balap. 

Namanya juga unik ya. Nama lontong balap sendiri diambil dari kebiasaan para penjual kuliner ini zaman dulu yang berjalan cepat-cepat dan balapan sama penjual lainnya supaya dapet pembeli. Alhasil, lontong balap jadi nama menu makanan ini yang terus dilestarikan. 

Lontong Balap Garuda Pak Budi ini adalah salah satu lontong balap yang paling direkomendasiin. Harganya juga terjangkau. Cukup dengan Rp15.000 lo udah bisa kenyang dan buas sama kuliner khas Surabaya ini. 

Selain lontong balap, rujak cingur juga salah satu kuliner khas Surbaya yang paling dicari-cari. 

Gambar menunjukkan dua gambar. Di sebelah kiri menunjukkan Lontong Balap Garuda Pak Budi dan sebelah kanan menunjukkan foto Rujak Cingur Delta.
Potret lontong balap garuda Pak Budi dan rujak cingur delta di Surabaya. (Foto: pergikuliner.com |Disunting oleh Grace Angel)

Rujak cingur delta adalah salah satu rujak cingur yang paling direkomendasikan di Surabaya. Lokasinya ada di ITC Mega Grosir, Lantai 2, Foodcourt, Jalan Gembong no-20-30, Simokerto, Surabaya. 

Cukup menempuh perjalanan dengan kendaraan selama 5 menit dari lokasi lontong balap sebelumnya, lo bisa nyobain salah satu rujak cingur ter-uwenak mulai dari Rp30.000-an. 

Beda dengan rujak-rujak pada umumnya yang biasa berisi aneka buah dan diberi bumbu gula merah, rujak cingur ini berisi beberapa kondimen kayak mentimun, tauge, kacang panjang, kangkung, nanas, tempe, dan bintang utamanya tentu saja cingur alias mulut sapi. 

Bumbunya pun nggak biasa kayak bumbu rujak yang biasanya manis, bumbu di rujak cingur justru adalah bumbu kacang dan petis. 

Kuliner satu ini bisa disebut kuliner eksotis karena pakai bagian tubuh hewan yang nggak biasanya dimakan nih. Nyobain sekali-sekali boleh, lah. Siapa tahu nanti malah doyan ye kan?

KULINERAN DI GWALK

Kalo udah puas nyobain kuliner khasnya, boleh lah agak menjelajah Surabaya bagian barat. Berlokasi di Jalan Niaga Gapura No.14, Lidah Kulon, Lakarsantri, lo bakal nemuin aneka kulineran yang disebut GWalk. 

Kalo tadi kita udah puasin lidah sama citarasa Indonesia, kali ini kita bakal manjain lidah sama kuliner ala western. Nama tempatnya adalah Warung Bule. Lokasinya ada di Ruko Taman Gapura, Blok FG No.7, GWalk Citraland. 

Sesuai namanya, kafe satu ini emang jual makanan-makanan bule alias western. Mulai dari pasta, burger, steak, dan lain sebagainya. Untuk harga lumayan terjangkau loh, Civs. Untuk makanan berat, mulai dari Rp30.000-an aja. 

Menu yang paling direkomendasiin sih burger yang pake daging wagyu. Beuh, bayangin aja lo makan daging wagyu yang empuk dan lumer di mulut itu tapi disajikan selayaknya burger. Ini wajib sih lo cobain.

Kalo udah kenyang sama burger wagyu-nya, udah saatnya nih kita menutup hari dengan yang manis-manis. 

Gambar menunjukkan dua buah foto. Di sebelah kiri adalah potret burger wagyu dari Warung Bule dan sebelah kanan adalah es krim gelato dari Miso Gelato)
Potret Warung Bule dan Miso Gelato di GWalk, Citraland, Surabaya. (Foto: pergikuliner.com | Disunting oleh Grace Angel)

Masih di kawasan GWalk juga, ada salah satu gelato yang konon juga uwenak pol. Namanya Miso Gelato yang berlokasi tetep di GWalk tentunya. 

Gelatonya lembut banget di lidah dan manisnya juga pas banget. Buat rasa yang paling direkomendasiin adalah durian. Tapi kalo lo nggak demen durian, ada berbagai rasa lain yang bisa lo coba kayak cotton candy, rum raisin, atau rasa general kayak coklat dan vanilla. 

Soal harga, nggak perlu diragukan lagi murahnya. Mulai dari Rp20.000 aja lo udah bisa nikmatin gelato rekomendasi para Civs ini.

MLAKU-MLAKU NANG TUNJUNGAN

Kegiatan satu ini selain tetep kulineran, tapi juga bisa jadi penutup sempurna untuk malam Minggu lo di Surabaya. 

Familiar sama lagunya Almarhum Didi Kempot berjudul ‘Rek Ayo Rek’?

Salah satu liriknya bilang, “Rek ayo rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan.”

Gambar menunjukkan tiga buah foto tentang potret-potret estetik di Jalan Tunjungan, Surabaya.
Potret estetik di Jalan Tunjungan, Surabaya. (Foto: katasurabaya.jurnalisindonesia.id | Disunting oleh Grace Angel) 

Jalan Tunjungan adalah salah satu jalan paling rame di Surabaya. Selain ada mall Tunjungan Plaza, saat ini jalan Tunjungan cocok banget untuk dijelajahi dengan jalan kaki di malam Minggu. 

Lo bisa nemuin beberapa jajanan di Tunjungan. Tapi yang paling jadi poin plus adalah suasananya. Lo bisa foto-foto estetik di sini, sekalian jadi kenang-kenangan udah menghabiskan malam Minggu dengan kenyang di Surabaya.

Jadi, selamat bermalam Minggu buat lo yang arek Suroboyo. Semoga ide malam Minggunya bisa mewarnai malam Minggu lo ya! (*/) 

  • whatsapp
  • twitter
  • facebook
  • remix
Penulis

Grace Angel

Content writer Froyonion, tukang nulisnya Bang Roy dan supplier permen kantor